F Cara Menggunakan Kamera Dslr Canon dan Nikon Untuk Pemula | Helopedia.com

Cara Menggunakan Kamera Dslr Canon dan Nikon Untuk Pemula

Cara Menggunakan Kamera Dslr Canon dan Nikon Untuk Pemula - Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) atau D-SLR ( Digital ) merupakan kamera dengan jendela bidik ( viewfinder ) yang mengimbuhkan gambar sesuai dengan sudut pandang lensa lewat pantulan cermin yang terdapat di belakang lensa. Pada biasanya kamera biasa punyai penampilan dari jendela bidik yang berlainan dengan sudut pandang lensa gara-gara jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa.

Fotografi mengenai erat dengan cahaya, maka kamera berfaedah untuk sesuaikan sinar yang ditangkap image sensor ( sensor gambar terhadap kamera digital atau film terhadap kamera konvensional ). Untuk sesuaikan cahaya, terdapat 2 perihal mendasar didalam kamera, yakni Shutter Speed ( Kecepatan Rana ) dan Aperture ( Diafragma ).

Shutter Speed :

Shutter speed atau kecepatan rana merupakan kecepatan terbukanya jendela kamera sehingga sinar sanggup masuk ke didalam image sensor. Satuan daripada shutter speed adalah detik, dan terlalu terkait dengan kondisi sinar sementara pemotretan. Semisal sinar terang terhadap siang hari, maka shutter speed perlu sesuai menjadi lebih cepat, umpama 1/500 detik. Sedangkan untuk malam hari yang cahayanya lebih sedikit, maka shutter speed perlu sesuai menjadi lebih lama, umpama 1/5 detik. Hal ini sekaligus menyebutkan mengapa foto terhadap malam hari cenderung buram, bahwa shutter speed yang lebih lambat sangat mungkin pergerakan kamera akibat getaran tangan menjadikan sinar berubah sehingga foto menjadi buram / blur.

Foto dengan shutter speed cepat


Apperture :

Aperture atau diafragma merupakan istilah untuk bukaan lensa. Apabila dimisalkan sebagai jendela, maka diafragma adalah kiray / gordyn yang sanggup dibuka atau ditutup untuk sesuaikan banyaknya sinar yang masuk. Pada kamera aperture dilambangkan dengan huruf F dan dengan satuan sebagai berikut:
f/1.2
f/1.4
f/1.8
f/2.0
f/2.8
f/3.5
f/4.0
dst…

Semakin kecil angka satuan maka dapat semakin besar bukaan lensa ( f/1.4 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/4.0 ).

Gambar Aperture terhadap lensa

Jadi, korelasi antara shutter speed dan aperture adalah bahwa semakin besar bukaan lensa, maka shutter speed dapat semakin cepat, sebaliknya semakin kecil bukaan lensa, maka shutter speed dapat semakin melambat.

Mode terhadap kamera DSLR :

Setiap kamera punyai istilah masing – masing untuk pengaturan mode. Berikut dijelaskan untuk lebih dari satu model kamera saja.

Contoh Nikon D70:

Pada kamera Nikon D70 terdapat 11 mode pemotretan:

M= Full Manual
Pada mode ini pengaturan kamera semuanya manual, baik shutter speed, aperture, ISO, dsb.

A= Aperture Priority
Pada mode ini aperture sanggup diatur sesuai dengan kehendak, tapi shutter speed dapat mengimbangi secara otomatis dapat kebutuhan sinar sesuai dengan besar aperture.

S= Shutter Priority
Pada mode ini shutter speed sanggup diatur sesuai dengan kehendak, tapi aperture dapat mengimbangi secara otomatis kebutuhan sinar yang sesuai dengan shutter speed.

P= Program
Pada mode ini baik aperture maupun shutter speed dapat mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya saja terhadap mode ini tingkat exposure sanggup diatur sesuai dengan kehendak.

Auto
Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh sesuaikan dapat segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain terhadap mode ini fotografer tinggal “jepret” saja.

Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, tapi lebih sesuai dengan kebutuhan portrait ( foto manusia ), layaknya pemakaian tonal warna untuk skin tone, dsb.

Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, tapi lebih sesuai dengan kebutuhan foto pemandangan ( landscape), layaknya tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.

Macro
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, tapi lebih sesuai dengan kebutuhan foto macro ( jarak dekat sehingga objek nampak lebih besar ), layaknya fokus lensa yang lebih disesuaikan.

Moving Object
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, tapi lebih sesuai dengan kebutuhan pemotretan objek yang bergerak, sehingga fokus lensa dapat lebih cepat bergerak sesuaikan dengan pergerakan objek.

Night Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, tapi lebih sesuai dengan kebutuhan foto pemandangan terhadap malam hari.

Night Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, tapi lebih sesuai dengan kebutuhan foto portrait malam hari atau sinar redup.

Contoh model Canon 350D:

Pada kamera Canon 350D terdapat 12 mode pemotretan:

A-DEP= Automatic Depth of Field
Pada mode ini, pengaturan fokus foreground dan background diatur secara otomatis oleh kamera sehingga lebih sangat mungkin untuk menghasilkan foto yang tajam baik terhadap foreground maupun background.

M= Full Manual
Pada mode ini pengaturan kamera semuanya manual, baik shutter speed, aperture, ISO, dsb.

Av= Aperture Value Priority
Pada mode ini aperture sanggup diatur sesuai dengan kehendak, tapi shutter speed dapat mengimbangi secara otomatis dapat kebutuhan sinar sesuai dengan besar aperture.

Tv= Time Value Priority
Pada mode ini shutter speed sanggup diatur sesuai dengan kehendak, tapi aperture dapat mengimbangi secara otomatis kebutuhan sinar yang sesuai dengan shutter speed.

P= Program
Pada mode ini baik aperture maupun shutter speed dapat mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya saja terhadap mode ini tingkat exposure sanggup diatur sesuai dengan kehendak.

Auto
Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh sesuaikan dapat segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain terhadap mode ini fotografer tinggal “jepret” saja.

Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, tapi lebih sesuai dengan kebutuhan portrait ( foto manusia ), layaknya pemakaian tonal warna untuk skin tone, dsb.

Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, tapi lebih sesuai dengan kebutuhan foto pemandangan ( landscape), layaknya tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.

Macro
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, tapi lebih sesuai dengan kebutuhan foto macro ( jarak dekat sehingga objek nampak lebih besar ), layaknya fokus lensa yang lebih disesuaikan.

Moving Object
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, tapi lebih sesuai dengan kebutuhan pemotretan objek yang bergerak, sehingga fokus lensa dapat lebih cepat bergerak sesuaikan dengan pergerakan objek.

Night Scene
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, tapi lebih sesuai dengan kebutuhan foto terhadap malam hari.

No Flash
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, tapi sekiranya terhadap mode auto lainnya built in flash dapat otomatis pop up sekiranya sinar dirasa kurang, terhadap mode ini built in flash tidak dapat menyala sama sekali, sehingga shutter speed dan aperture dapat lebih berperan untuk mengimbangi kebutuhan cahaya.

Pengaturan Cahaya

Setiap kamera punyai light meter yang berfaedah mendeteksi intensitas cahaya. Sebelum menghimpit tombol shutter, sekiranya pakai kamera terhadap mode manual tersedia baiknya menyimak exposure meter terlebih dahulu. Berikut gambar exposure indicator:

Tampak terhadap gambar di atas bar yang mengindikasikan exposure. Apabila menghendaki menghasilkan foto dengan sinar yang baik, letakan bar terhadap posisi sedang ( normal exposure ), tapi sekiranya menghasilkan foto yang lebih terang, tukar bar ke arah isyarat + ( menjadi over exposure ), dan sebaliknya, untuk hasil foto yang lebih gelap tukar bar ke arah – ( menjadi under exposure ).

Teknik Fotografi

1. Dept Of Field

Depth of field atau sering disingkat menjadi DOF merupakan keliru satu tehnik fotgrafi yang paling dasar. Setiap foto punyai kedalaman ( depth ) yang terbagi atas foreground ( depan ) dan background ( belakang ). Fokus terhadap lensa kamera sanggup dikendalikan atau diarahkan terhadap objek tertentu. Pengendalian Depth of Field berfaedah untuk menghambat fokus terhadap foto dan lebih berikan kesan hidup terhadap foto.

Contoh selanjutnya menunjukan foto DOF panjang / dalam, dengan fokus terhadap foreground dan background.

Berikut umpama perbandingan hasil foto terhadap panjang fokal lensa dan diafragma yang berbeda:

2. Freeze

Setelah menyadari DOF yang mengenai dengan aperture, kali ini dapat dijelaskan perihal freeze, dimana terlalu mengenai erat dengan shutter speed. Foto freeze punya tujuan untuk mengabadikan suatu moment dengan gerakan cepat sehingga sanggup tertangkap oleh kamera sebagai gambar diam, layaknya foto tetesan air, ledakan, atau foto dikala orang sedang melompat dan lain sebagainya. Yang paling utama didalam meraih foto freeze adalah sesuaikan shutter speed secepat mungkin ( umpama 1/500 detik, 1/1000 detik, hingga 1/8000 detik ). Karena tuntutan shutter speed yang cepat, maka tentunya sinar yang diperlukan terlalu banyak, maka dari itu biasanya foto freeze amatir lebih banyak dikerjakan di ruang terbuka terhadap siang hari dimana sinar matahari bersinar terang. Bukan tidak mungkin untuk meraih foto freeze terhadap malam hari atau sinar yang minim, tapi peralatan pendukung perlu diperlukan layaknya flash atau apalagi lampu studio dengan kecepatan singkronisasi yang tinggi pula.
Pertanyaan yang sering dilontarkan:

1. Mengapa foto yang dihasilkan gelap?
Jawab: Karena sinar yang tersedia kurang memadai, sehingga foto menjadi under exposure. Coba untuk naikan ISO sehingga shutter speed sanggup menjadi lebih cepat.

2. Mengapa tetap nampak pergerakan / gambar yang dihasilkan buram?
Jawab: Bisa menjadi gara-gara shutter speed kurang cepat mengimbangi kecepatan objek, tapi sekiranya buram sanggup menjadi termasuk gara-gara fokus lensa tidak tepat jatuh terhadap objek

3. Movement

Bertentangan dengan foto freeze, foto movement punya tujuan menyatakan pergerakan objek dengan shutter speed yang rendah, sehingga pergerakan objek sanggup nampak terhadap hasil foto. Shutter speed yang digunakan cenderung rendah sehingga pergerakan objek sanggup terekam ( umpama 1/5 detik, 1 detik, dst ), tapi yang patut diperhatikan adalah kamera perlu tetap didalam posisi statis sehingga background daripada objek tetap fokus walau shutter speed lambat.

Pertanyaan yang sering dilontarkan:

1. Mengapa foto menjadi putih dan gambar tidak jelas?
Jawab: Cahaya terhadap sementara pengambilan foto surplus, sehingga menjadi over exposure. Untuk mensiasatinya, perkecil bukaan lensa dengan menaikan aperture.

2. Mengapa foto menjadi buram semua?
Jawab: Karena kamera mengalami pergerakan terhadap sementara shutter terbuka, sehingga gambar yang dihasilkan menjadi blur. Untuk menjauhkan hasil yang blur, pakai tripod atau letakan kamera terhadap daerah yang statis dan stabil.

4. Panning

Mirip dengan metode foto movement, tapi didalam foto panning gerakan objek lebih ditampilkan lewat background yang bergerak. Prinsip dasar foto panning sama dengan foto movement, hanya saja terhadap sementara pemotretan, kamera ikut bergerak mengimbangi gerakan objek, sehingga objek tetap fokus tapi background yang dihasilkan bergerak.

Cara foto panning:
Bidik sasaran bergerak ( terhadap biasanya mobil ), tekan tombol shutter 1/2 sehingga fokus mengunci objek, gerakan kamera ikuti objek seketat mungkin sehingga objek tetap fokus, sekiranya dirasa gerakan kamera sudah mengimbangi gerakan objek, tekan tombol shutter penuh dengan kamera yang tetap bergerak ikuti objek.

Pertanyaan yang sering dilontarkan:

1. Mengapa foto buram semua?
Jawab: Bisa menjadi gara-gara gerakan kamera tidak sesuai dengan gerakan objek. Cobalah percepat shutter speed dan cobalah untuk ikuti gerakan objek seketat mungkin.

2. Mengapa foto fokus semua?
Jawab: Bisa menjadi gara-gara shutter speed terlalu cepat dan atau kamera kurang digerakan terhadap sementara pemotretan.

5. Bulb

Foto bulb sanggup diperoleh lewat mode manual dengan sesuaikan shutter speed terhadap setting paling lambat ( BULB ), dimana shutter dapat tetap terbuka sepanjang tombol ditekan dan dapat menutup lagi terhadap sementara tombol dilepas. Yang patut diperhatikan terhadap foto bulb adalah posisi kamera yang perlu perlu statis, maka gunakanlah tripod untuk menghasilkan foto bulb.

nah demikianlah Cara Menggunakan Kamera Dslr Canon dan Nikon Untuk Pemula, semoga bermanfaat buat semuanya yah, terimakasih

helopedia Updated at: 19.47
close
==Close==