F Maksud dan Arti kode pada Lensa Kamera Dlsr Nikon | Helopedia.com

Maksud dan Arti kode pada Lensa Kamera Dlsr Nikon

Maksud dan Arti kode pada Lensa Kamera Dlsr Nikon - Apa Arti Kode-Kode Pada Lensa Nikon ? Inilah Penjelasanya ~ KameraDigital.co.id. tiap tiap lensa pasti miliki kegunaan yang berbeda-beda layaknya halnya lensa fix dengan lensa tele tetapi tiap tiap produsen lensa miliki fitur yang tidak cukup lebih serupa hanya saja tidak sama di serinya, tersedia termasuk vendor lensa berikan kode / label / keterangan yang tidak sama untuk fitur tersebut. Sebagai contoh, fitur ” anti-getar ” pada lensa dari Canon memanfaatkan singkatan ” IS (Image Stabilization) ” tetapi Nikon memanfaatkan singkatan ” VR (Vibra Reduction) “, keduanya  tidak sama nama tetapi pada dasarnya miliki kegunaan yang serupa yaitu untuk menstabilkan / kurangi getaran pada lensa. baca termasuk : Harga dan Spesifikasi Kamera Sony A3500

Memahami Arti Singkatan Dan Nama Lensa Nikon

perusahaan kamera yang termasuk mengolah lensa layaknya nikon ini kadang kala memanfaatkan nama yang kadang kala mampu agak membingungkan, karena Nikon memanfaatkan huruf dan singkatan untuk mengidentifikasi komponen lensa yang berbeda. Sejak Nikon mengolah lensa sepanjang bertahun-tahun dan teknologi sudah berubah secara signifikan, beberapa singkatan atau kode yang tersedia pada produk terdahulu sudah tidak lagi digunakan pada lensa modern sekarang ini. Meskipun demikian, memahami apa maksud dari tiap tiap kode lensa terlampau besar manfaatnya, khususnya sepanjang proses evaluasi dan pembelian lensa. Berikut penjelasan kode dan keterangan yang biasanya tersedia pada lensa Nikon: baca termasuk : Tips Memilih Filter Kamera Mirrorless



  • AF – singkatan Auto Focus, yang berarti bahwa lensa mampu otomatis melaksanakan fokus yang dikendalikan lewat kamera.
  • AF-D – Auto Focus dengan informasi jarak (D = Distance Information). Sama layaknya AF, hanya saja lensa kode AF-D ini mampu melaporkan jarak pada subjek dengan lensa, lalu melaporkan informasi tersebut ke kamera. Informasi jarak terlampau berguna untuk pemilihan mode metering. Sekarang kode “D” tidak lagi digunakan pada lensa modern. baca termasuk : Review Dan Harga Lensa Canon EF-M 28mm
  • AF-I – Auto Focus dengan motor fokus terintegrasi (I = Integrated). Tidak lagi digunakan pada lensa modern.
  • AI-P – lensa yang hanya mampu fokus manual dengan sebuah CPU yang mentransfer knowledge ke kamera untuk metering eksposur. Tidak lagi digunakan pada lensa modern.
  • AF-S – Auto Focus dengan Silent Wave Motor, berarti lensa ini bekerja lebih tenang dan tidak berisik. Lensa AF-S miliki built-in motor di dalam lensa, yang digunakan untuk seluruh DSLR Nikon yang tidak miliki motor fokus layaknya Nikon D40 / D40x, D60, seri D3x00 dan seri D5x00. baca termasuk : Bagus Mana Lensa Fix Atau Tele
  • AI – merupakan singkatan dari Automatic Indexing. Kode ini digunakan pada lensa fokus manual yang terlampau tua, sehingga tidak lagi digunakan pada lensa modern.
  • AI-P – sambungan dari lensa fokus manual AI yang memanfaatkan sebuah chip untuk mengirim knowledge ke kamera. Tidak lagi digunakan pada lensa modern.
  • AI-S – lensa fokus manual yang mampu digunakan dengan kamera yang miliki mode pemotretan Program (P) dan mode Shutter Priority (S). Pada lensa AI-S ini, aperture mampu diubah segera dari kamera. Tidak lagi digunakan pada lensa modern. baca termasuk : Harga Lensa ZOOM Nikon
  • ASP – lensa mempunyai kandungan setidaknya satu elemen Aspherical, yang digunakan untuk mengoreksi kasus “coma” dan penyimpangan lensa lainnya. Kadang-kadang kode ini memanfaatkan singkatan “AS“.
  • CRC – singkatan dari Close Range Correction, merupakan sebuah lensa yang dioptimalkan untuk jarak fokus dekat.
  • D – serupa layaknya sebelumnya, lensa “D-type” berarti mampu mengirimkan informasi jarak subjek / objek ke kamera. baca termasuk : Harga Lensa WIDE Canon untuk pemandangan 
  • DC – singkatan dari Defocus Control yang terlalu mungkin lensa mampu mengendalikan bokeh, dan ini terlampau bagus untuk gambar portrait.
  • ED – singkatan dari Extra-low Dispersion adalah sebuah elemen kaca dalam lensa yang mampu mencegah berpencarnya sinar dikala memasuki lensa. Kebanyakan lensa Nikon modern berisi kaca ED, yang termasuk mengimbuhkan ketajaman yang lebih baik dan kurangi Chromatic Aberration atau Fringing Color dalam gambar.
  • FL – baru diperkenalkan pada th. 2013. Menunjukkan bahwa lensa ini miliki elemen “Fluorite Lens” yang unggul pada optik dan elemen kacanya yang secara signifikan lebih ringan. Sejumlah lensa baru layaknya Nikon 800mm f/5.6E VR sekarang ini memanfaatkan fitur elemen fluorit. baca termasuk : Harga Lensa Nikon
  • G – kecuali Anda menyaksikan huruf “G” sesudah aperture di lensa, misalnya “Nikon 50mm AF-S f/1.4G“, itu berarti lensa tersebut tidak miliki cincin / ring aperture layaknya lensa lama. Sedangkan cincin aperture hanya dibutuhkan bagi body kamera fokus manual tua.
  • E – lensa Nikon jenis baru dengan kode “E” miliki pemeriksaan diafragma elektronik, serupa dengan apa yang sudah kita menyaksikan pada mulanya pada lensa PC-E. Lensa ini tidak miliki tuas untuk menyesuaikan bukaan diafragma di anggota belakang lensa dan seutuhnya elektronik, sehingga tidak tersedia langkah untuk menyesuaikan aperture secara manual lagi. Jenis lensa “E” lebih akurat daripada lensa jenis “G”, khususnya pas menembak pada frame rate yang tinggi, karena lensa mampu berhenti turun (menyempit) ke aperture yang diinginkan tanpa kudu terlibat dengan motor dalam kamera. baca juga: Harga Lensa FIX Canon
  • IF – singkatan dari Internal Focusing, yang terlalu mungkin lensa untuk fokus dengan cepat, dengan memindahkan beberapa elemen dalam barel lensa tanpa kudu memindahkan barel depan atau memperpanjang ukuran. Banyak lensa Nikon modern layaknya Nikon 18-200mm f/3.5-5.6G VR II dan Nikon 70-200mm f/2.8G VR II yang merpukan lensa jenis IF. Kelebihan lensa IF mampu mengakuisisi fokus lebih cepat daripada lensa non IF.
  • Micro – serupa layaknya Macro, yang dikhususkan untuk lensa makro atau memotret extreme close-up.
  • N – singkatan Nano Crystal Coat dan selamanya ditampilkan dalam kemasan stiker emas pada seluruh lensa Nikon. Ini adalah jenis lapisan tertentu dari material kaca. baca termasuk : harga lensa Canon ZOOM
  • PC-E – lensa Perspective Control dengan diafragma elektronik. Memungkinkan lensa untuk mampu melaksanakan “Tilt – Shift (miring dan bergeser)” peranan menciptakan pengaruh khusus.
  • RF – singkatan dari Rear Focusing, yaitu fokus lensa dijalankan dengan menjalankan elemen belakang dalam lensa, yang berarti Anda kudu menggerakannya secara manual untuk melaksanakan fokus. Lensa layaknya Nikon 24mm f/1.4 adalah jenis lensa RF.
  • SIC – Lensa dengan Super Integrated Coating yang miliki kinerja menciptakan warna yang lebih baik dan biasanya mengatasi Flare dan Ghosting dengan lebih baik. baca termasuk : Harga Lensa Samyang
  • SWM – singkatan dari Silent Wave Motor yaitu lensa yang kinerja fokusnya lebih tenang dan mampu berubah dengan cepat pada mode AF (Auto Focus) ke mode MF (Manual Focus). Melebihi mekanisme fokus lensa biasa, pada lensa SWM Anda hanya kudu memutar ring fokus untuk berubah mode.
  • VR – singkatan dari Vibration Reduction adalah fitur anti getar yang terlalu mungkin lensa mampu menstabilkan / mereduksi getaran akibat gerakan tangan pas memotret.
  • FX – kode ini menunjukkan bahwa lensa dirancang untuk kamera format “Full-Frame”. Singkatan layaknya FX, DX dan CX adalah keterangan untuk ukuran sensor kamera Nikon. Anda tidak bakal dulu menyaksikan kode FX pada gambaran lensa Nikon, kecuali dinyatakan lain. Artinya kecuali Anda menyaksikan lensa Nikon tidak miliki kode FX atau memanfaatkan kode sensor selain FX, maka lensa tersebut untuk body Full-Frame. Sedangkan Full-Frame setara dengan format film 35mm. baca termasuk : Spesifikasi Kamera Canon 70D
  • DX – kecuali lensa memanfaatkan kode “DX”, itu berarti bahwa lensa dirancang tertentu untuk kamera crop sensor (APS-C) layaknya Nikon D3000 / D5000 / D90 / D300s. Lensa DX yang bekerja pada tubuh FX secara fisik barangkali sesuai pada mount, tetapi hanya bakal beroperasi setengah resolusi.
  • CX – kode untuk proses Mirrorless Nikon yang disebut “Nikon 1“, dengan sensor yang lebih kecil dari format DX. Meskipun singkatan CX tidak termasuk dalam title lensa, Anda barangkali bakal melihatnya di gambaran dan materi pemasaran lainnya. Jika title lensa dimulai dengan “1 NIKKOR“, itu pertanda bahwa lensa dirancang tertentu untuk badan kamera Mirrorless atau CX layaknya Nikon 1 V1 / V2 / J1 / J2. Lensa CX tidak bekerja pada tiap tiap mount kamera Nikon lainnya.
  • 1:1 – kode ini lazim mampu tersedia pada seluruh lensa sekalipun bukan dari produsen Nikon. Kode tersebut merupakan keterangan Magnification Ratio, yaitu seberapa besar ukuran subjek yang mampu direproduksi oleh lensa. Adapun rasio lainnya layaknya 1:2, 1:3, 1:4, dll. Sedangkan 1:1 berarti “life-size” yaitu rasio yang mampu digunakan untuk fotografi makro. baca termasuk : Review dan Harga Kamera Panasonic Lumix GH5
  • seperti misal di bawah ini merupakan salah satu lensa yang mengolah oleh nikon yang termasuk mampu dijadikan sebagai analisa berdasarkan keterangan tersebut :
  • Pada lensa di atas terdapat title warna keemasan yang bertuliskan “AF-S Nikkor 24mm 1:1.4G ED“. Maksudnya bahwa lensa tersebut adalah jenis lensa fix / prime 24mm dengan maksimal aperture f/1.4, miliki motor autofocus yang bekerja tenang dengan teknologi Silent Wave Motor (AF-S) , tidak miliki cincin atau ring aperture (G) dan miliki lapisan kaca Extra-low Dispersion (ED) . Sedangkan huruf “N” di segi lensa menunjukkan bahwa lensa miliki lapisan Nano Crystal Coat .


Demikian artikel mengenai Apa Arti Kode-Kode Pada Lensa Nikon ? Inilah Penjelasanya semoga artikel ini berguna dan selamanya kunjungi kamera digital untuk informasi menarik lainya jangan lupa Like dan Share artikel ini sehingga berguna bikin orang lain trimakasih sudah membaca Apa Arti Kode-Kode Pada Lensa Nikon ? Inilah Penjelasanya.

helopedia Updated at: 06.59
close
==Close==