F Cara Memotret Pada Malam Hari dengan Kamera Dslr Supaya Jelas Jernih | Helopedia.com

Cara Memotret Pada Malam Hari dengan Kamera Dslr Supaya Jelas Jernih

Cara Memotret Pada Malam Hari dengan Kamera Dslr Supaya Jelas Jernih - Dalam artikel ini saya bakal mencoba beri tambahan tips memotret pada malam hari, 7 tips ini punyai khasiat untuk meningkatkan kualitas foto kamu hehehe. Yuk menjadi berasal dari introduksi pernah 🙂

Memotret pada malam hari punyai banyak tantangan, tidak benar satunya adalah cahaya. Minimnya sinar bakal menyebabkan hasil foto muncul gelap sekaligus kurangi estetika. Jika meningkatkan ISO ke angka tertinggi jadi bakal menyebabkan munculnya “Noise” yang terlampau mengganggu.

Lalu apa solusinya? Tenang, dalam artikel ini saya bakal membahasnya lebih lanjut!

Tips Memotret pada Malam Hari #1
Siapkan senjata dan amunisi yang tepat

Menyiapkan sebagian senjata dan amunisi sebelum akan berperang adalah trik paling baik dalam berperang, begitu terhitung dikala kami bakal memotret pada malam hari. Persiapan senjata dan amunisi berwujud tripod dan kawan-kawannya adalah perihal yang mesti kami siapkan dalam ransel. Ini  dia listnya :

Tripod, perihal mesti yang terlampau kami andalkan dalam persoalan “memotret pada malam hari”
Lensa “Wide Angles” (contoh : Canon 10-22mm f/3.5-4.5 & Canon EF-S17-85mm f/4-5.6 IS USM)
Lens Hood sebagai usaha pencegahan dikala tersedia sinar berlebih yang masuk ke kamera (opsional)
Lampu studio sebagai alat bantu penerangan
Shutter release bersama dengan timer
Keempat daftar diatas sebaiknya kami bawa semua, bukan tidak benar satunya. Yuk menjadi berburu ! Oiya, jikalau teman-tema belum punyai tripod dan berniat membeli tripod, baca pernah tips pilih tripod ya 🙂

Tips Memotret pada Malam Hari #2
Gunakan format RAW untuk cermat lebih

Memotret pakai format RAW sesungguhnya menguras banyak area di memori kita, tetapi jikalau kami memotret dalam mode RAW keuntungannya adalah fleksibilitas dalam mengubah / mengedit foto pakai ADOBE RAW. Anda bisa berkunjung ke link berikut untuk : Tutorial Adobe RAW

Memotret pakai format RAW berarti menangkap cermat lebih banyak, maka jangan heran jikalau ukuran filenya pun terhitung lebih besar hehehe.

Untuk itu jikalau kami berencana memotret di malam hari bakal lebih baik jikalau mengosongkan pernah memori kamera bersama dengan memindahkan foto ke laptop/komputer.

Berbicara soal “Night Photography” , jikalau teman-teman punyai keahlian disana mengapa tidak mencoba menjadi kontributor shutterstock.com ?

Menurut informasi, pendapatan berasal dari shutterstock berkisar antara antara $0,25 hingga $28 per penjualan. Wow, menarik ya? o,25 dollar jikalau dikonversikan ke mata uang rupiah berarti Rp. 3.328,78 sedang maksimalnya yaitu $28 atau setara bersama dengan 372.899,02 rupiah. Pelajari caranya di sini guys 🙂

Tips Memotret pada Malam Hari #3
Gunakan Lensa bersama dengan angle yang luas & sebagian settingan tambahan

Memotret sementara malam hari perlu support berasal dari lensa ber-angle luas. Pemilihan lensa layaknya Canon 10-22mm f/3.5-4.5 & Canon EF-S17-85mm f/4-5.6 IS USM bisa menjadi referensi 🙂 Oiya, jangan lupa untuk mengetes lensa berikut settingannya ya guys! Cari kombinasi paling baik antara lensa dan settingan sehingga hasilnya memuaskan.

Mengapa mesti lensa bersama dengan angle yang luas dengan sebutan lain “Wide Angles” ? Karena lensa style ini punyai DoF (Depth of Field) yang lebar sehingga bakal lebih baik dalam menangkap sinar meskipun dalam kondisi “Poor Lightning”.

“Saya bingung mencari settingan untuk memotret di malam hari mas”, saya jawab “Saya terhitung bingung mas hehehe”. Tapi kami bisa mencari referensi settingan berasal dari website dalam/luar negeri. Berikut tidak benar satu settingan ala slrphotographyguide.com lengkap bersama dengan hasilnya :

Tips Memotret Pada Malam Hari
Settingan Tambahan (Opsional) :

Gunakan Fitur “mirror lock up” (Canon) /  “Exposure delay mode” (Nikon) – Apa fungsinya? Fitur ini berguna untuk mempertajam gambar, caranya? dikala kami mengaktifkan fitur ini maka kaca/mirror dalam kamera bakal bergerak keatas dan kebawah untuk menangkap lebih banyak sinar masuk kedalam sensor.

Gunakan slow sync flash / tambahan kilatan flash diawal & diakhir pemotretan – Dengan pakai teknik ini diinginkan bakal beri tambahan sinar tambahan sehingga objek utama muncul lebih terang dan jelas.

Tips Memotret Pada Malam Hari
Sumber Gambar

Tips Memotret pada Malam Hari #4
(opsional) Gunakan “Slow Shutter Speed” untuk menciptakan garis-garis cahaya

Tips Memotret Pada Malam Hari
Sumber Gambar

Semakin lama kami mengatur shutter speed, maka jadi lama terhitung kamera menghimpun “data/informasi” berwujud pergerakan cahaya.

Itulah mengapa dikala kami memotret pakai “Slow Shutter Speed” maka sinar bakal muncul panjang dan membentuk garis cocok bersama dengan arah pergerakannya.

Slow shutter speed untuk menangkap pergerakan sinar bisa kami set pada angka 15-25 detik (livinginanotherlanguage.com)

Jika kamu tidak ingin terdapatnya garis-garis sinar layaknya foto diatas, maka kamu bisa pakai shutter speed yang normal. Ini opsional saja hehehe 🙂 Memotret pakai shutter speed yang berbeda-beda bakal membuahkan hasil yang beragam. Mari bereksperimen !

Tips Memotret pada Malam Hari #5
Gunakan ISO & SS Rendah (Jangan lupa pakai Tripod & Shutter Release)

Menggunakan ISO rendah adalah tidak benar satu usaha kurangi “noise” yang mengganggu, tetapi jikalau pakai ISO rendah bukannya jadi menyebabkan hasil foto muncul gelap?

Ya ! Pernyataan itu benar jikalau kami pakai shutter speed yang cepat. Namun jikalau pakai slow shutter speed / shutter speed yang lambat, ISO rendah tidaklah menjadi persoalan selama pencahayaan di wilayah cukup memadai.

Kita bisa pakai lampu sebagai alat bantu penerangan jikalau sinar di wilayah tidak memadai, lampu studio bakal beri tambahan pertolongan cahaya, tetapi jikalau kamu tidak memilikinya pakai saja senter 🙂

Menggunakan shutter speed yang rendah / diatas 25 detik maka kami tidak mesti mengatur ISO ke angka yang tinggi (cukup di angka 100-250 saja) – menurut (livinginanotherlanguage.com).

Karena kami sudah beri tambahan sementara yang lebih lama pada kamera untuk menghimpun data berwujud sinar sekaligus pergerakannya. Jadi meskipun ISOnya rendah, sinar yang dihimpun oleh sensor kamera selalu cukup sebab sementara yang kami berikan diatas 25 detik.

Jangan lupa pakai tripod dan shutter release dikala memotret pada malam hari ya guys !

Iso rendah + Shutter Speed yang rendah pula mesti dikombinasikan bersama dengan Tripod + Shutter release, mengapa? menjauhi guncangan tidak benar satunya.

Gejala pegal bakal muncul jikalau kami memaksakan diri memegang kamera pada posisi diam bersama dengan durasi lebih berasal dari 1/2 menit hehehe 🙂 So? pakai tripod atau pakai teknik peredaman guncangan ini !

Akan tidak serupa kasusnya jikalau kami tidak berniat menangkap pergerakan cahaya, maka pakai shutter speed normal dan ISO yang diakui pas. Caranya mengerti tepat / tidak bagaimana? Eksperimen hehehe atau baca tips ke #5 dibawah ini

Referensi Settingan Kamera Versi Unsplash.com
Gunakan website unsplash.com untuk mencari referensi settingan terbaik!

Bingung mencari settingan kamera untuk memotret pada malam hari ? Coba kunjungi unsplash.com 🙂 Disana kamu bisa melihat settingan kamera yang digunakan fotografer professional !

Bonus Praktis : Tips Memotret pada Malam Hari
Cara praktis untuk kamu yang tidak suka ribet mengatur settingan kamera

Ada metode yang paling enteng dan praktis jikalau teman-teman tidak ingin repot mencari settingan terbaik. Gunakan saja mode “Night Time” pada tombol dial, bersama dengan menggeser dial kamera ke mode “Night Time” / Mode malam maka kamera bakal mengatur settingan secara otomatis.

helopedia Updated at: 08.19
close
==Close==